An Offer You Can’t Refuse

WELCOME

Melanggar Komitmen Pribadi, Bersalah Pada Diri Sendiri


st1\:*{behavior:url(#ieooui) }
<!– /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:”"; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; mso-header-margin:35.4pt; mso-footer-margin:35.4pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:”";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}

9-10 Agustus 2008 Rendez Vouz dengan Dunia Game

Begadang maen game bareng temen2 sampai pagi, emangnya kenapa? Ada yang aneh? Akhir-akhir ini tercipta kelompok kecil pecinta game Dota diantara temen-temen saya, dan saya yang seorang gamer non aktif menjadi terpacu untuk aktif melihat dari serunya pembicaraan mereka. Kejadian ini persis ketika saya SMA dulu, selesai sekolah maen game. So What!, bukan sesuatu yang harus dibesar-besarkan bukan. Tapi dengan mengesampingkan faktor lain, game banyak mengubah jalan hidup saya. Sebelum mengenal game saya ngga ngerti sama hal-hal berbau komputer. Jangankan bikin program, megang mouse aja ngga becus. Dengan seringnya saya main game LAN saya jadi terlatih mengoperasikan komputer, mengenal seluk beluk software, hardware sedikit demi sedikit. Mulai berani bongkar pasang computer sendiri. Mungkin itu beberapa sisi positif dari game dalam hidup saya.

Tapi dengan seringnya main game saya terlena sehingga lupa bahwa banyak hal yang seharusnya saya kerjakan dari sekedar main game. Nasehat orangtua untuk belajar diabaikan dengan alasan nanti kalau kuliah ngga akan belajar Matematika, Fisika, Kimia dll . Saya semakin terlena apalagi saya bisa membuktikan tanpa belajar keras saya bisa tetap lulus tes masuk Universitas Negeri hanya untuk membuktikan kepada orang tua saya. saya pindah kuliah ke jurusan yang menurut saya lebih menarik yaitu Ilmu Komputer yang saya kira nantinya hanya akan belajar komputer (ternyata game telah membuat saya berfikir sepicik itu). Ternyata saat kuliah Ilkom(Ilmu Komputer), prediksi saya melesat total, disana saya bertemu dengan saudara kembarnya Matematika yaitu Kalkulus I, adiknya Kalkulus II dan pacarnya Fisika. Dengan kemampuan pas-pasan akhirnya saya melewati mereka semua dengan nilai E.

Belajar komputer? Kalau ini prediksi saya benar 100% hanya saja bukan belajar komputer seperti apa yang saya duga sebelumnya. Belajar komputer yang dimaksud adalah pemrograman, jika Matematika dan Fisika kawin lahirlah anak-anak yang bernama Pemrograman, Algoritma. Akhirnya dengan susah payah saya berhasil tidak lulus.

Belum pernah seumur hidup saya dapat nilai terkecil di kelas, belum pernah Indeks prestasi saya sejelek ini walau semalas apapun saya. Terbayang nasehat orangtua untuk belajar yang selalu saya abaikan dan saat itu saya mendapat hasil dari perbuatan saya selama ini. Menyesal? Itu pasti ditambah lagi perasaan bersalah pada masa lalu, merasa bersalah pada saya yang di SD dan SMP yang pandai, rajin, dan pekerja keras.

Beruntung orangtua masih percaya saya masih bisa memperbaiki diri. Saya kuliah lagi dan ambil Sistem Informasi, Saat-saat keberhasilan memperbaiki di depan mata saya kembali tergoda untuk mengulangi kesalahan yang sama. Saya harus bisa mengatasi godaan ini. Saat menentukan dalam hidup saya mungkin dalam beberapa bulan ke depan. Saat ini saya ingin sekali ada seseorang yang bisa menegur saya bahkan menampar saya untuk menyadarkan saya kalau saya salah.

August 17, 2008 Posted by | Uncategorized | Leave a Comment

   

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.